Spinoza, Baruch atau Spinoza, Benedict (1632-1677), merupakan filosof rasionalis dan pemikir religius Belanda yang dipandang sebagai penyokong utama ajaran pantheisme. Spinoza dalam karya besarnya Ethica Ordine Geometrico Demonstrata (1677 Akhlak yang dibuktikan dengan Aturan Geometris) memandang bahwa alam ini identik dengan Tuhan, yang merupakan substansi yang tidak tersebabkan dari segala sesuatu. Konsep substansi yang diadopsi oleh Spinoza dari filosof-filosof Scholastic, bukanlah sebuah realitas material, tetapi sebuah entitas metafisikal. Sebuah realitas yang komprehensif dan swadaya (self-sufficient) yang menjadi dasar seluruh realitas. Tuhan di mata Spinoza adalah substansi yang nir-batas secara mutlak dan sebab bagi dirinya sendiri (causa sui).
Minggu, 24 Juli 2011
Filsafat Ketuhanan René Descartes
René Descartes (1596-1650) adalah filosof berkebangsaan Prancis. Di samping ia dikenal sebagai filosof, ia juga adalah ilmuan dan matematikawan dan terkadang ia disebut sebagai bapak filsafat modern. Langkah awal yang digunakan oleh Descartes untuk mencapai keyakinan adalah kita harus melihat apakah kita dapat ragu pada segala hal atau tidak. Ragu terhadap memori ingatan, pada penentuan indera dan persepsi, terhadap eksistensi dunia dan terhadap wujud ragawi orang tersebut. Seperti yang disebutkan dalam “Discourse on Methods”, Descartes mengatakan bahwa postulat “Aku berfikir, karena itu Aku ada” adalah sedemikian kukuh dan niscaya, sehingga kaum Skeptis tidak lagi dapat menggoyahkannya. Postulat “Aku berpikir atau Aku ragu”, yakni apabila seorang meragukan segala sesuatu, ia tetap tidak akan pernah meragukan keberadaan dirinya sendiri. Mengingat keraguan tidak bermakna tanpa peragu, maka keberadaan manusia peragu dan pemikir adalah sesuatu yang tidak bisa diragukan. Kebenaran tentang aku yang meragukan ini bagi Descartes merupakan kepastian. Karena aku mengerti hal itu dengan ‘jelas dan khas’ (clear and distinc). Aku ada, aku eksis; pernyataan ini merupakan sebuah keyakinan. Oleh karena itu, aku ada sejatinya menunjuk kepada satu maujud yang berpikir.
Langganan:
Postingan (Atom)